Goodwill

Meskipun perusahaan diijinkan untuk mengkapitalisasikan biaya tertentu guna mengembangkan aktiva yang dapat diidentifikasikan secara khusus seperti paten dan hak cipta, namun jumlah yang dikapitalisasikan biasanya tidak signifikan. Jumlah aktiva tak berwujud yang material dicatat ketika perusahaan membeli aktiva tak berwujud, terutama dalam situasi yang melibatkan pembelian bisnis lain.

Dalam penggabungan usaha, biaya (harga beli) dibebankan, jika memungkinkan, ke aktiva tak berwujud yang dapat diidentifikasikan serta aktiva tak berwujud bersih, dan sisanya dicatat dalam akun aktiva tak berwujud disebut goodwill. Goodwill seringkali disebut sebagai aktiva yang paling tak berwujud dari aktiva tak berwujud lainnya, karena goodwill hanya dapat diidentifikasi pada bisnis secara keseluruhan. Satu-satunya cara agar goodwill itu dapat dijual ialah dengancara menjual bisnis itu sendiri.

Masalah dalam penentuan biaya yang tepat dialokasikan ke aktiva tak berwujud dalam suatu penggabungan usaha adalah kompleks. Terdapat banyak jenis aktiva tak berwujud yang berbeda yang perlu dipertimbangkan. Akan menjadi sangat sulit untuk mengidentifikasi berbagai jenis aktiva tak berwujud, dan untuk membebankan nilainya dalam penggabungan usaha. Akibatnya, perusahaan hanya mencatat aktiva tak berwujud yang dapat diidentifikasi yang benar-benar dapat diukur. Aktiva tak berwujud lainnya yang sulit diidentifikasi atau diukur dicatat sebagai goodwill.

Pencatatan Goodwill

Goodwill diciptakan secara internal. Goodwill yang dihasilkan secara internal tidak boleh dikapitalisasi dalam akun. Pengukuran komponen goodwill terlalu kompleks dan menghubungkan setiap biaya dengan manfaat masa depan sangat sulit. Manfaat masa depat dari goodwill mungkin tidak memiliki hubungan dengan biaya yang dikeluarkan dalam pengembangan goodwill tersebut.

Goodwill yang dibeli, goodwill hanya dicatat jika keseluruhan perusahaan dibeli. Karena goodwill merupakan suatu penilaian “going concern” dan tidak dapat dipisahkan dari perusahaan secara keseluruhan. Untuk mencatat goodwill, nilai pasar wajar dari aktiva berwujud bersih dan aktiva tak berwujud yang dapat diidentifikasi dibandingkan dengan harga beli perusahaan yang diperoleh. Perbedaannya dianggap sebagai goodwill. Ini mengapa menyebabkan goodwill kadang-kadang sebagai akun “penyumbat” atau “pengisi kesenjangan” atau “penilaian induk (master valuation)”. Goodwill adalah sisa kelebihan biaya atas nilai wajar aktiva bersih yang dapat diidentifikasi yang diakuisisi.

Penghapusan Goodwill

Perusahaan yang mengakui goodwill dalam sebuah penggabungan usaha menganggapnya mempunyai umur yang tidak terbatas dan oleh karenanya tidak boleh mengamortisasinya. Alasannya adalah para investor menemukan bahwa beban amortisasi tidak banyak berguna dalam mengevaluasi kinerja keuangan. Disamping itu, meskipun goodwill dapat berkurang selama perjalanan waktu, memprediksikan umur aktual dari goodwill dan menentukan pola yang tepat dari amortisasinya sangat sulit.

Lebih jauh, seringkali goodwill adalah aktiva tak berwujud yang paling besar dari neraca suatu perusahaan dan komunitas investasi ingin mengetahui jumlah yang diinvestisasikan pada goodwill. Oleh karena itu, perusahaan hanya menyesuaikan nilai yang tercatat ketika goodwill mengalami penurunan nilai. Pendekatan ini sangat mempengaruhi laporan laba rugi beberapa perusahaan.

Incoming search terms:

  • Interpretasi goodwill dalam penggabungan usaha
  • menghapus akun goodwill
  • pencatatan transaksi pembelian dan goodwill
  • penghapusan goodwill pada laporan laba rugi
  • prosedur untuk menilai dan mengamortisasi aktiva tak berwujud
Goodwill | rafi | 4.5

Leave a Reply