Aktiva (assets)


Dalam ilmu akuntansi ini, tidak bisa terlebas dari yang namanya aktiva, atau yang sering disebut dengan assets. Disini saya mencoba akan membahas tentang apa itu aktiva dan macam-macam aktiva.

Aktiva adalah sumber daya ekonomi yang dimiliki oleh perusahaan, yang mana akan digunakan (dimanfaatkan atau dikonsumsi) oleh perusahaan demi melancarkan kegiatan operasi sehari-hari. Contohnya meliputi uang kas, piutang usaha, persediaan barang dan jasa, perlengkapan toko dan kantor, asuransi dan sewa dibayar dumuka, tanah, bangunan, mesin, peralatan atau perabot toko dan kantor, kendaraan operasional, dan aktiva lainnya.

Aktiva memikili saldo moral disebelah debet. Jika terdapat transaksi yang sifatnya menambah aktiva yang bersangkutan. Sebaliknya, jika efek dari suatu transaksi akan mengurangi aktiva, maka aktiva yang berkurang tersebut harus dicatat di sebelah kredit.

Aktiva memiliki beberapa macam, yaitu aktiva lancar, aktiva pajak yang ditangguhkan, aktiva tetap, aktiva tidak terwujud, aktiva tidak lancar, aktiva investasi, dan aktiva investasi.

 

Aktiva lancar (current assets)

Aktiva lancar adalah aktiva yang mana dapat dikonversikan menjadi kas, dijual, atau dikonsumsi dalam waktusatu tahun atau dalam satu siklus operasi normal perusahaan, tergantung mana yang paling lama. Untuk aktiva yang tergolong lancar, urutan penyajian di neraca haruslah berdasarkan pada urutan tingkat likuiditas. Kas merupakan aktiva yang paling likuid (lancar), lalu diikuti dengan investasi jangka pendek, piutang, persediaan, dan biaya yang dibayar dimuka.

 

Aktiva pajak yang ditangguhkan (deferred tax assets)

Aktiva ini timbul karena pembayaran pajak penghasilan diperlukan sebelum pengaruh dari peristiwa terhadap laporan keuangan diakui. Dengan kata lain, aktiva pajak yang ditangguhkan terjadi apabila besarnya laba kena pajak melebihi besarnya laba akuntansi. Aktiva pajak yang ditangguhkan ini akan memberikan manfaat pajak (tax benefit) dalam periode berjalan, sehingga mengurangi beban pajak penghasilan. Aktiva pajak yang ditangguhkan tidak lain adalah untuk mengakui besarnya pajak penghasilan atas jumlah yang dapat dikurangi dimasa mendatang. Oleh sebab itu, realisasi atas pengakuan aktiva pajak yang ditangguhkan dalam periode berjalan akan sangat tergantung pada ada tidaknya laba kena pajak di tahun berikutnya.

 

Aktiva tetap (fixed assets, plant assets, tangible assets)

Aktiva yang secara fisik dapat dilihat keberadaannya dan sifatnya relatif permanen serta memiliki masa kegunaan yang panjang ( lebih dari setahun). Aktiva ini dimiliki perusahaan dengan maksud untuk digunakan dalam kegiatan operasional perusahaan sehari-hari dan bukan untuk dijual. Contonya meliputi tanah, bangunan, mesin, peralatan atau perabot, dan kendaraan.

 

Aktiva tidak berwujud (intangible assets)

Aktiva ini adalah aktiva yang mana tidak memiliki wujud fisik dan dihasilkan sebagai akibat dari sebuah kontrak hukum, maupun kontrak sosial. Contoh dari aktiva tidak berwujud adalah goodwill (nama baik), trademark (merek dagang), franchises (waralaba), dan broadcast lisence (izin penyiaran). Dalam akuntansi, penyusutan untuk aktiva tidak berwujud ini dinamakan amortisasi. Sama halnya dengan aktiva tetap, tidak semua aktiva ini diamortisasikan, tergantung pada kepastian umur, apakah terbatas atau tidak terbatas. Aktiva tidak berwujud yang memiliki umur yang tidak terbatas (tidak pasti) tidaklah diamortisasikan, dan ahnya aktiva tidak berwujud yang memiliki umur yang terbatas saja yang akan diamortisasikan. Aktiva ini yang tidak diamortisasikan adalah goodwill, trademark, dan broadcast license.

 

Aktiva tidak lancar (non-current assets)

Aktiva tidak lancar adalah aktiva yang mana aktiva itu sendiri tidak memenuhi defenisi dari aktiva lancar. Aktiva tidak lancar mencakup berbagai pos, yaitu investasi jangka panjang (yang sering disebut investasi), aktiva tetap, aktiva tidak berwujud, dan aktiva tidak lancar lainnya. Aktiva tidak lancar pada umumnya akan disajikan setelah penyajian aktiva lancar. Susunan atau urutan penyajian seperti ini adalah berdasarkan pada kebiasaan, bukan keharusan. Kebanyakan perusahaan yang bergerak dalam bidang utilitas (jasa pelayanan publik) justru melaporkan aktiva tidak lancarnya lebih dahulu, baru kemudian diikuti dengan aktiva lancar. Kativa tidak lancar akan dilaporkan dalam neraca sebesar harga perolehan (biaya historis). Namun demikian, lagi dan lagi, banyak juga aktiva jangka panjang yang dilaporkan sebesar nilai pasar wajarnya.

 

Aktiva investasi (investing activities of cash flows statment)

Dalam laporan arus kas, penerimaan dan pembayaran kas di klasifikasikan menurut tiga kategori utama, yaitu aktivitas operasi, investasi, da pembiayaan. Yang termasuk sebagai aktivitas investasi adalah membeli atau menjual tanah, bangunan dan peralatan.

  1. Aktivitas investasi dan pembiayaan yang tidak mempengaruhi kas ( non-cash investing and financing activites)

Sebagai contoh dati aktivitas ini adalah penerbitan saham biasa atau surat utang dalam rangka pembelian aktiva tetap, konversi obligasi menjadi saham biasa, pertukaran aktiva tetap, dan penerbitan saham biasa untuk ditukar dengan saham preferen konvertibel.

  1. Aktivitas operasi (operating activities of cash flows statment)

Aktivitas operasi meliputi transaksi-transaksi yang tergolong sebagai penentu besarnya laba/rugi bersih. Penerimaan kas dari penjualan barang atau pemberian jasa merupakan sumber arus kas masuk yang utama. Penerimaan kas lainnya berasal dari pendapatan bunga, dividen, dan sebagainya. Adapun arus kas keluar meliputi pembayaran untuk membelibarang dagang, membayar gaji/upah, beban pajak, bunga, beban utilitas, sewa, dan sebagainya.

  1. Aktivitas pembiayaan (financing activities of cash flows statment)

Aktivitas pembiayaan meliputi transaksi-transaksi yang dimana kas diperoleh atau dibayarkan kembali kepemilik dana (investor) dan kreditur. Sebagai contoh, kas bersih yang diterima dari penerbitan saham (sekuritas modal) atau obligasi (sekuritas utang), pembayaran untuk membeli kembali saham biasa (sebagai trasury stock), atau untuk menebus kembai utang obligasi, dan pembayaran dividen tunai. Jadi, yang termasuk kedalam aktivitas pembiayaan meliputi transaksi-transaksi yang berkaitan dengan utang jangka panjang maupun ekuitas (modal) perusahaan. Pembayaran utang lancar tidak tergolong sebagai aktivitas pembiayaan, melainkan aktivitas operasi.

Incoming search terms:

  • pengertian aktiva likuid
  • contoh rekening yang termasuk tangible assets
  • macam-macam aktiva
  • macam-macam aktiva lancar
  • pengertian trademark dalam akuntansi
  • contoh aktiva likuid
  • contoh rekening yg termasuk tangible assets
  • contoh harta tidak likuid
  • maksud dari non current asset
  • pengertian diamortisasikan
  • kas termasuk aset dala akuntansi
  • apa itu aktiva likuid?
  • contoh rekening yang termasuk tangible assest
  • contoh penyusunan aktiva lancar berdasarkan tingkat likuiditasnya
  • contoh aktiva liwuid
  • aset lancar kan dan nonkas
  • arti dari trademark dalam akuntansi
  • arti Current Asset
  • apa itu aset likuid
  • rekening yang termasuk tangible assets
Aktiva (assets) | rafi | 4.5

Leave a Reply


Warning: Unknown: write failed: Disk quota exceeded (122) in Unknown on line 0

Warning: Unknown: Failed to write session data (files). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (/tmp) in Unknown on line 0